Pages

Jumat, 17 Juli 2015

Seharusnya kita hafal dengan bulan islam (hijriyah)

HAFALKAH ANDA DENGAN BULAN HIJRIYAH
Kita Umat islam harus hafal nama - nama bulan islam yakni bulan hijriyah
 

        Mungkin jika kita ditanya nama bulan dalam kalender Masehi, maka dengan cepat kita akan bisa menjawab, ya Januari sampai Desember itu jawabannya, namun ketika adik kita, atau anak kita bertanya nama-nama bulan dalam islam, diantara kita mungkin harus membuka kalender hijriyah untuk bisa menjawabnya karena memang kita tidak hafal nama-nama bulan dalam islam, mungkin itulah sedikit pengalaman yang dialami oleh beberapa saudara muslim disekitar kita, kebanyakan diantara kita belum hafal nama-nama bulan dalam islam (Hijriyah), padahal selayaknya lah kita menghafal nya. bukan untuk test atau untuk mengisi soal ujian saja, tapi sebagai dasar bahwa kita adalah seorang muslim.
         Tahun Hijriyah adalah kalender Islam yang didasarkan atas peredaran bulan (qamariyah). Maka tidaklah salah apabila ada yang menyebutnya tahun Qamariyah. Tahun Hijriyah dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad sallahu ‘alaihi wa sallam. sebagai tahun pertama. Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khatthab, tepatnya pada tahun keempat ia berkuasa, yakni hari Kamis, 8 Rabi’ul Awal tahun 17 Hijriyah.
         Sebelum penetapan tahun Hijriyah, dari masa ke masa dihitung berdasarkan peristiwa-peristiwa penting. Seperti penamaan "Tahun Azan"sebagai tahun pertama, karena pada saat itulah disyariatkan azan. Atau penamaan "TahunWada" yang artinya "perpisahan" sebagai tahun kesepuluh. Sebab, pada masa itulah, Nabi Muhammad  sallahu ‘alaihi wa sallam, melaksanakan haji wada’ yang merupakan haji terakhir. Tahun Hijriyah terdiri dari 12 (dua belas) bulan dengan jumlah hari 30 dan 29 yang silih berganti setiap bulan. Penetapan bulan sebanyak 12 ini,sesuai dengan firman Allah SWT,"Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ada dua belas, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara bulan-bulan itu, ada empat bulan yang dihormati (Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah ketetapan agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri (maksudnya mengerjakan perbuatan yang melanggar  kehormatan bulan-bulan itu dengan mengadakan peperangan) pada bulan-bulan itu. Perangilah kaum Musyrik itu semuanya sebagaimana mereka memerangimu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (Q.S. At Taubah: 36).
Penamaan bulan-bulan dalam tahun Hijriyah disesuaikan dengan masa yang sedang mereka (Bangsa Arab) jalani.

  • BERIKUT NAMA - NAMA BULAN HIJRIYAH
  1. Muharram, nama bulan pertama. Artinya, yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. 
  2. Shafar,nama bulan kedua. Artinya, kosong.
  3. Rabiu’ul Awal, nama bulan ketiga. Berasal dari kata rabi (menetap) dan awal (pertama).
  4. Rabi’ul Akhir, nama bulan keempat. Artinya masa menetapnya kaum laki- laki untuk terakhir atau penghabisan.
  5. Jumadil Awal, nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama).Penamaan Jumadil awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, dimana mulai terjadi kekeringan.
  6. Jumadi Akhir, nama bulan keenam. Artinya, musim kemarau yang penghabisan.
  7. Rajab,nama bulan ketujuh. Artinya mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini.
  8. Syaban, bulan kedelapan. Artinya berkelompok.
  9. Ramadhan, nama bulan kesembilan. Artinya sangat panas. 
  10. Syawal, nama bulan kesepuluh. Artinya, kebahagiaan.
  11. Zulqaidah, nama bulan kesebelas. Berasal dari kata Zul (pemilik) dan Qa’dah(duduk). Penamaan Zulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah.
  12. Zulhijjah nama bulan kedua belas. Artinya yang menunaikan haji.

Hari raya Idul fitri, harus di sertai jiwa yang fitri

Hari Fitri yang bersih Tanpa Noda (Ma'siat)
( Hari raya Idul fitri, harus di sertai jiwa yang fitri )

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

من العائذين والفائزين

Kawan Santri pecinta blog yang di rahmati Allah, Alhamdulillah puji syukur kami tujukan kehadirat Allah SWT karna sebentar lagi kita akan di pertemukan dengan hari yang istmewa, kita akan berjumpa lagi dengan hari yang fitri, hari yang penuh dengan kebahagiaan, dan juga bisa di namakan hari yang sempurna dan penyempurna. Di namakan hari yang sempurna, karna pada hari itu seluruh umat Islam di Dunia ini merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah melaksanakan rutinitas tahunan yakni puasa Romadhon. Dan di namakan hari penyempurna, karna hari tersebut sebagai penyempurna pahala kita selama melaksanakan puasa di Bulan suci Romadhon.
Di hari yang fitri ini, kita sebagai umat Islam seyogyanya saling maaf memaafkan, saling ikhlas dan ridho, dan saling menerima kesalahan sesama umat Islam. “Minal Aidzin Wal Faizin mohon maaf lahir batin”, itulah kata – kata yang terucap dari mulut kita sebagai tanda minta maaf dan memaafkan kepada siapa saja yang kita temui baik kita mengenalnya atu tidak mengenalnya sama sekali. Ya..... itulah memang kebiasaan Umat Islam pada saat hari raya Idul Fitri. Saling maaf memaafkan adalah ciri – ciri umat Islam, dan juga Nabi Muhammad SAW dalam sebuah Hadist menegaskan tentang hal ini, hadis tersebut berbunyi : 

“Maukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, ‘Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu.’” (HR Thabrani).

Jadi terasa lengkap sudah hari fitri ini dengan saling maaf – memaafkan. Kita juga merasa lega karna kesalahan kita telah di maafkan oleh orang yang pernah kita dzalimi dan dosa kita telah di ampuni oleh Allah. Akan tetapi saat ini, saat dunia telah tua renta, saat budaya barat telah mencuci pikiran dan hati umat Islam, kini hari yang fitri ini telah berubah menjadi hari yang sangat memprihatikan. Kenapa di bilang memprihatinkan, karna kini hari yang fitiri ini sudah di salah gunakan oleh kebanyakan orang terutama pemuda pemudi, hari yang fitri ini telah di kotori dengan noda kema’siatan. Kegiatan saling maaf – memaafkan di buat kesempatan untuk bersalaman dengan lawan jenis, di buat cipika cipiki cium pipi kanan pipi kiri. Sungguh sangat kontras sekali dengan ajaran Agama Islam, yang mana melarang keras umatnya saling bersentuhan dengan bukan mahrommya, apalagi sampai cium pipi dan naudzu billah kalau sampai ciuman bibir. Allah SWT berfirman :
واِذَا سَاَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْاَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ
Artinya : “Apabila kamu sekalian meminta sesuatu (keperluan) kepada orang – orang perempuan maka mintalah dari belakang tabir”.

Kawan santri pecinta blog yang di rahmati Allah, zaman sekarang memang zamamnya hiburan, hiburan dimana – mana ada, dan juga tidak mengenal waktu. Sampai – sampai kini hiburan telah memasuki pintu suci hari yang fitri ini. Terutama pada hari ke tujuh hari raya, semua tempat hiburan begitu ramai sesak penuh dengan lautan manusia terutama anak muda. Para muda – mudi ini saling bergandengan tangan, saling tatap – tatapan, saling mesra – mesraan tanpa menghiraukan apa yang di perbuatnya adalah perbuatan ma’siat yang telah mengotori dan merusak pahala yang di perolehnya selama bulan Romadhon. Naudzubillah, bukan hanya sampai itu, mereka menodai hari fitri ini, bukannya melakukan kebaikan, melakukan hal yang dapat mempertebal iman, tapi mereka malah melakukan hal – hal yang dapat menipiskan iman, dengan melihat aurot para wanita di tempat hiburan. Dan mereka anggap hal ini adalah refreshing setelah sebulan penuh mereka berpuasa menahan lapar dan nafsu. Naudzubillah tsumma naudzubillah!!!.

Kawan – kawanku seperjuangan yang di lindungi Allah, mari kita isi hari yang fitri ini dengan kegiatan yang sewajarnya saja, kegiatan yang tidak melanggar syariat islam. Meskipun keinginan kita ingin melakukan hal – hal yang dapat memuaskan nafsu kita, mari kita tahan nafsu kita, dan membujuk nafsu kita untuk tidak melakukannya. Dengan cara banyak beristighfar dan meminta perlindungan kepada Allah agar di jauhkan dari godaan syaiton yang terkutuk. Lebih baik kita isi hari fitri ini dengan beribadah kepada Allah, supaya iman kita lebih tebal lagi.

Kawan santri pecinta blog yang di ramati Allah, tulisan saya ini bukannya untuk menjelek – jelekkan orang, tapi hanya untuk pengingat bagi diri saya dan kawan – kawan. Kini saya akhiri tulisan ini semoga menjadi memo yang penting bagi kita semua di hari yang fitri ini. Dan saya mohom maaf apabila ada kata – kata yang menyinggung perasaan pembaca. Akhir kata.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
من العائذين والفائزين

Minggu, 05 Juli 2015

MENCARI LAILATUL QODAR

MENCARI LAILATUL QODAR
 (التماس ليلة القدر)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kawan santri pecinta blog yang di cintai Allah, pada saat bulan romadhon ini kita sebagai umat Nabi Muhammad harus bersyukur, karna pada bulan ini bulan yang penuh berkah ini, terdapat malam yang sangat istimewa bagi umat nabi Muhammad yakni umat Islam, yang mana pada malam itu bila umat nabi Muhammad melaksanakan ibadah, maka insya Allah pahala umat tersebut seperti pahalanya orang yang beribadah selama 1000 bulan (-+84 tahun). Kita sebagai umat Islam jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini, kenapa di bilang kesempatan emas, karna kita belum tentu hidup selama itu yakni selama 1000 bulan. Maka dari itu kita harus berusaha mencari Lailatul Qodar supaya memperolehnya.
Mengenai Lailatul Qodar ini Allah SWT berfirman dalam surat al-qodr yang berbunyi :
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ 

1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ 
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ .3  
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ .4   
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .5 
Subhanallah!. Sudah jelas dalam surat al-qodr di atas, bahwasannya pada malam itu para Malaikat yang di pimpin oleh Malaikat jibril turun ke bumi. Para Malaikat tersebut mencari orang – orang yang sedang beribadah bersimpuh diri ke haribaan Allah SWT.
Kawan santri pecinta blog yang di rahmati Allah, Nabi pernah bersabda bahwasannya Lailatul Qodar itu jatuh pada malam ganjil 10 hari terakhir di bulan Romadhon. Kenapa Nabi tidak mengatakan kapan pastinya Laitul Qodar itu jatuh, karna Nabi ingin umatnya giat beribadah dan agar tidak terpaku pada satu malam saja.Memang tidak ada yang mengetahui kapan datangnya Lailatul Qodar itu, tapi bila kita ingin mengetahui kapan Lailatul Qodar itu jatuh, kita harus mengetahui tandanya dulu, dan tandanya adalah suhu pada Lailatul Qodar itu tidak panas dan tidak dingin. Dan apabila pada hari ini sinar matahari terlihat tidak terang dan tidak redup maka malam harinya telah jatuh Lailatul Qodar.

Dua imam besar madzhab, yakni Imam Syafi’i dan Imam Maliki memiliki pendapat yang berbeda mengenai jatuhnya Lailatul Qodar ini. Menurut Imam Syafi’i Lailatul Qodar jatuh pada malam 21, kalau menurut Imam Malik Lailatul Qodar itu bisa jatuh kapan saja di malam 10 hari terakhir bulan Romadhon.Dalam konteks ilmu hadits, banyak sekali perowi yang berpendapat mengenai kapan jatuhnya Lailatul Qodar ini. Tapi maaf kali ini saya tidak akan menyebutkan hadistnya, mungkin di lain waktu.
Dalam kitab monumenal Al-muwattho’ karya Imam Malik ada sebuah hadis yang menjelaskan mengenai Angka 7, yang mana keterangan dalam hadis tersebut bisa di kaitkan dengan Lailatul Qodar –Wallahu A’lam-. Hadis tersebut menjelaskan  sebagian yang ada di alam semesta ini berhubungan dengan angka 7. Penjelasan tersebut di antaranya adalah langit berjumlah 7, bumi berjumlah 7, surga berjumlah 7, neraka berjumlah 7, huruf al qur’an berjumlah 7, ayat surat alfatihah berjumlah 7, ashhabul kahfi ada 7 orang, jumlah rokaat sholat 5 waktu 27 rokaat, hitungan huruf surat Al-qodr sampai ayat (سلام هي) berjumlah 27 huruf, dan masih banyak lagi angka 7 yang berhubungan dengan alam semesta ini, lebih lengkapnya bisa di cari di kitab Almuwattho’. Dengan keterangan di atas mungkin Allah seperti memberi tahu kepada kita bahwasannya Lailatul Qodar jatuh pada malam 27 –wallahu a’lam-.
Kawan santri pecinta blog yang di rahmati Allah, mungkin hanya ini yang dapat saya bagikan kepada temen – temen. Semoga menjadi ilmu yang manfaat. Dan apabila ada kesalaha mohon di benarkan dan di maafkan!!!!.....
di kutip dari kitab fadhoilu syahri romadhon, cetakan pondok pethuk semen gresik”