Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Rabu, 23 Desember 2015
BAROKAH MENCINTAI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW part2
KISAH GEMBEL
YANG MASUK SURGA
Pada
zaman dahulu, tepatnya pada masanya tabi’in, hiduplah di sebuah desa seorang
gembel yang pekerjaannya hanyalah mengemis. Dalam kehidupan sehari – hari
hanyalah kesendirian yang setia menemaninya, tanpa ada teman yang mendekatinya.
Sungguh menyedihkan sekali apa yang di alaminya, dia tidak di sukai dan di
kucilkan oleh masyarakat gara – gara dia adalah seorang pengemis yang
berpenampilan gembel dan tidak pernah mandi. Masyarakat sangat risih akan
keberadaannya dan menganggapnya sebagai pengganggu dan perusuh desa yang
seharusnya di usir dari dulu. Sebenarnya sudah dari dulu masyarakat ingin
mengusirnya, tapi mereka bisa menahan diri untuk tidak melakukannya dengan
harapan si gembel tersebut bisa berubah.
Tak
terasa, kini jam telah berganti hari dan hari pun telah berganti bulan, si
gembel tetap saja tidak mau berubah, malah dia kini tambah menjadi – jadi.
Masyarakat pun semakin merasa tertanggu. Tapi hal tersebut tidak berlangsung
lama, harapan masyarakat terkabulkan dan menjadi kenyataan, si gembel telah
berubah secara drastis. Entah ada angin apa, entah apa gerangan yang
menyebabkannya berubah seperti itu.
Perubahan
itu terjadi saat bulan telah memasuki bulan Robiul Awal. Si gembel sudah tidak
seperti biasanya lagi, yang mana biasanya dia mengemis kini sudah tidak lagi,
yang biasanya tidak pernah mandi kini dia mau mandi, baju yang dulu compang –
camping kini dia memakai baju yang bagus dan rapi. Tapi masyarakat tidak
mengetahui akan perubahan itu, karna dia tidak pernah menampakkan diri ke
khalayak umum semenjak awal bulan Robiul Awal.
Beberapa
hari dia tidak menampakkan diri dari awal bulan Robiul Awal sampai kalender
sobekan yang ada di dinding menunjukkan tanggal 12. Seperti yang di ketahui
oleh orang – orang di dunia, umumnya orang – orang Islam, bahwasannya tanggal
itu adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semua umat Islam di seluruh
penjuru dunia merayakan hari kelahiran itu. Cara merayakannya pun berbeda –
beda tergantung adat / kebiasaan daerah masing – masing.
Pada
hari itulah si gembel berani menampakkan diri, tepatnya pada pagi hari saat
orang – orang sedang merayakan maulid nabi di Masjid dengan cara membaca Maulid
Diba’. Tapi kini dia tampil beda karna perubahab yang dia alami, sehingga orang
– orang tidak menyadari akan kedatangannya dan menganggap si gembel masih
berada di rumah dan juga tidak mungkin menghadiri peringatan maulid Nabi yang
di adakan pada pagi hari itu.
Si
gembel sangat khusyuk saat membaca Mauli Diba’, seakan – akan dia berada di
masa Rosulullah. Di saat sudah sampai di syair yang berbunyi :
يا رسول سلام عليك يا
نبي سلام عليك
Dia
menangis terseduh – seduh, terlihat matanya berkaca – kaca mengeluarkan air
mata tanda cinta dan rindu kepada Rosulullah. Begitupun yang lain juga khusyuk
dan khidmah dalam memperingati Maulid Nabi tersebut, sehingga tidak terasa
bacaan Maulid Diba’ mereka khatamkan tanpa ada bacaan yang terlewatkan. Acara
pun selesai dan orang – orang telah kembali ke rumahmya masing – masing.
Tidak
lama setelah perayaan Maulid Nabi, terdengar kabar yang tidak menggembirakan,
tapi menurut masyarakat kabar itu adalah kabar yang menggembirakan. Kabar itu
ada sangkut pautnya dengan si gembel. Kabarnya adalah “Innalillahi wainna
ilaihi rojiun, telah meninggal dunia si gembel yang selama ini meresahkan
warga”. Mendengar kabar tersebut, masyarakat bukannya berbela sungkawa, tapi
malah bergembira. Jasad si gembel di biarkan begitu saja, tidak ada satu orang
pun yang merawatnya layaknya mayat orang islam pada umumnya. Hal tersebut
berjalan hingga malam hari.
Di
desa sebelah, pada malam hari itu ada seorang Ulama’ yang bermimpi di datangi
Nabi Muhammad SAW. Dan dalam mimpi itu, Nabi menyuruh sang Ulama’ untuk pergi
ke desa sebelah guna merawat kekasih Allah. Setelah terbangun, sang ulama’
masih terheran – heran, apa sebenarnya maksud dari mimpi yang di alaminya semalam.
Tidak perlu menunggu lama, setelah sholat subuh Beliau langsung pergi ke desa
yang di maksud oleh Nabi. Sesampaimya di sana, beliau merasa bingung dengan
suasana dan keadaan desa yang sedang di kunjunginya. Suasananya tidak seperti
apa yang di sabdakan oleh Nabi dalam mimpinya, bahwasannya di desa ini ada
kekasih allah yang wafat. Dalam kebingungannya tersebut, tiba – tiba beliau di
kagetkan oleh seorang warga yang menghampirinya. Akhirnya beliau bertanya
kepada warga tersebut perihal warga yang wafat kemarin. Si warga pun menjawab
pertanyaan Beliau dan menjelaskan siapa yang wafat dan di mana rumahnya serta
kronologi singkat sebab – musabab wafatnya. Setelah itu beliau pamit kepada
warga tersebut dan langsung menuju rumah yang di maksud. Setelah sampai beliau
mendekati rumah tersebut lalu membuka pintunya. Setelah pintu sudah terbuka,
Beliau mencium bau yang harum sekali, dan setelah beliau masuk dan menelusuri
seisi rumah ternyata bau tersebut bersal dari tubuh seseorang yang berada di
atas ranjang. Beliau terheran – heran dengan apa yang terjadi. Tidak lama
kemudian, beliau kaget mendengar suara tak bertuan yang menyuruh Beliau untuk
merawat mayat tersebut.
Dan
akhirnya mayat si gembel tersebut di sholati oleh masyarakat banyak, setelah
masyarakat tau bahwa si gembel adalah Waliyullah ( kekasih Allah ).
Subhanallah.....
Baiklah
kawan, mungkin 2 cerita di atas dapat menginspiransi kita untuk cinta terhadap
Nabi kita. Kini saatnya saya akhiri tulisan ini, semoga bermanfaat, dan apabila
ada kesalahan dalam penulisan kata, saya minta maaf sebesar – besarnya kepada
seluruh pembaca blog. Akhir kata
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
BAROKAH MENCINTAI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
BAROKAH
MENCINTAI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
( KISAH
SURI TELADAN )
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat pagi!!! ( Untuk
pembaca di pagi hari )
Selamat sore!!! ( Untuk
pembaca di sore hari )
Selamat Malam!!! (
Untuk pembaca di malam hari )
Selamat Mimpi!!! (
Untuk pembaca di alam mimpi )
Kawan Santri pembaca setia blog, How are you Moon? Fine or bad?
Tapi mudah – mudahan kita dalam keadaan yang fine – fine aja. O.K.! Amin!!!
Alhamdulillah kita tujukan kepada Allah SWT, karna Beliau kita
dapat bertemu kembali dengan bulan yang penuh barokah yaitu bulan Maulid /
Robiul Awal. Dinamakan Bulan Maulid, karna di Bulan ini Nabi kita Nabi Muhammad
SAW di lahirkan yakni pada hari Senin tanggal 12 Robiul Awal. Dan dinamakan
Bulan penuh barokah,karna orang yang pada bulan itu merasa bahagia karna
kelahiran nabi dan merayakannya dengan membaca Sholawat, bershodaqoh, dan hal –
hal lain yang di anjurkan oleh agama ( memperbanyak amal
sholeh) maka dia akan mendapatkan Barokah.
Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata :
مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.
Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.
Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.
Dari Hadits di atas dan di buktikan dengan kisah – kisah orang
terdahulu di bawah, dapat di simpulkan bahwa barang siapa yang merasa senang,
bahagia, ceria, dan bangga atas kelahiran Nabi dan merayakannya dengan cara
yang telah di sebutkan di atas, maka insya Allah dia akan mendapat barokah yang
tiada tara.
Baiklah kawan, kami akan mengangkat dan menceritakan kisah 2 orang
yang mendapatkan barokah gara – gara cinta atas kelahiran Nabi. Pengen tau
Siapa Mereka? Bagaimana Kisahnya? Simak terus tulisan ini dan jangan pindah
link O.K.!
v KISAH ABU LAHAB
Abu
Lahab, sebuah nama yang sudah tak asing lagi di telinga kita, mulai dari anak
kecil, Bapak – bapak, Ibu – ibu, bahkan Kakek dan Nenek juga tahu dengan nama
ini. Mempunyai nama lengkap Abu Lahab bin Abdul Muththolib, dia adalah salah
satu dari paman Nabi Muhammad SAW. Dia juga termasuk pembesar kaum Quraisy yang
di segani oleh kaumnya. Sayangnya dia masuk ke golongan orang – orang yang
menentang keberadaan orang islam, bahkan dialah yang paling semangat dan gencar
dalam memerangi orang islam. Sebagai paman seorang nabi, Abu Lahab bukannya
membantu keponakannya itu dalam menyiarkan agama Islam, tapi dia malah membenci
Islam dan menganggap keponakannya itu sudah gila. Abu Lahab menghina Islam
sebagai Agama baru yang menyesatkan.
Allah
tidak pernah pandang bulu dalam menentukan siapakah hambanya yang masuk surge,
karna Allah memiliki sifat Maha Adil dan Bijaksana. Seperti halnya kan’an salah
satu putranya nabi nuh, diakhir hayatnya dia mati sebagai su’ul khotimah dalam
keadaan tidak beriman kepada Allah karna tidak patuh dan menurut atas ajakan
Ayahnya untuk menaiki bahtera kapal penyelamat dari banjir yang melanda waktu
itu. Dan sesuai dengan janji Allah, barang siapa yang tidak beriman maka dia
masuk neraka, kan’an pun masuk neraka meskipun dia adalah putra seorang nabi.
Begitu juga Abu Lahab yang notabene adalah salah satu paman dari Nabi Muhammad,
dia dinas masuk neraka, sampai – sampai Al-qur’an menyebutkan kisah Abu Lahab
ini dalam surat Al-lahab:

Bacaan Bacaan Surat Al Lahab dalam Bahasa Indonesia
Kalau
masih belum bosan, simaklah kisah kedua di bawah ini. Kisah selanjutnya
menceritakan seseorang yang yang dalam kehidupan sehari – harinya bisa di
katakan bukan termasuk orang yang ahli beribadah. “Mengapa bisa di bilang
demikian?” simak dengan seksama cerita berikut.
KISAH GEMBEL YANG MASUK SURGA

Bacaan Bacaan Surat Al Lahab dalam Bahasa Indonesia
Terjemahan Bacaan Surat Al Lahab
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa[1607].
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar[1608].
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Pasti
kawan – kawan terheran – heran kan!!! Apa hubungannya cerita Abu Lahab dengan
barokah maulid Nabi Muhammad SAW, dari tadi tidak menyebutkan tentang barokah
sedikitpun?
“Santai
kawan!!!!”
“Mau tau ya!”
“Mau tau aja pa
mau tau banget!!”
“Kasih tau
nggak ya!!!”
Cerita diatas itu Cuma kaki cerita. Bagaikan mendaki gunung,
rasanya kurang asyik, menantang, dan seru kalau tiba – tiba secara kontan kita
sudah beada di puncak tanpa kita menyicilnya dari kaki gunung. Begitu juga
cerita, tak pas kalau di ceritakan tidak mulai dari awal sampai akhir.
Setuju!!!!
Meskipun kenyataannya demikian, yakni Abu Lahab adalah penghuni
neraka yang kekal selamanya, namun ada keistimewaan sendiri yang di miliki
olehnya di banding penghuni neraka yang lain. Dia mendapatkan
rukhshoh(keringanan) dari Allah yang berupa jari telunjuknya bisa memancurkan
air hanya pada hari senin. Keringanan ini dia peroleh gara – gara dia bahagia
saat bayi yang keluar dari rahim Siti Aminah adalah Bayi lucu dan mungil
berjenis kelamin laki – laki. Dia begitu senang dan bahagianya sampai – sampai
dia memerdekakan budak kesayangannya.
Itulah kisah Abu Lahab yang mendapatkan barokahnya Maulid Nabi,
yang berupa rukhshoh(keringanan) siksa neraka.
“Bagaimana?”
“Lanjut?”
“Masih belum bosan kan?”
KISAH GEMBEL YANG MASUK SURGA



PPP allathifiyah

