Hal Sepeleh Mendatangkan Ilmu Manfaat
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
Kawan
- kawan pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Marilah kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan kenikmatan yang telah Allah
berikan kepada kita terutama nikmat dalam mencari ilmu. Sholawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW yang mana beliau telah
menghapus kejahilan di muka bumi ini sehingga kita dapat dengan mudah
mengarungi luasnya samudra ilmu Ilahi.
Kawan
- kawan pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Kita sebagai tholibil ilmi
hendaknya berusaha untuk menjadikan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang
bermanfaat, agar kita tidak mendapatkan hasil yang sia – sia. Semua tholibil
ilmi pasti menginginkan ilmunya bermanfaat, karna memang salah satu tujuan
mencari ilmu adalah memperoleh ilmu yang manfaat dengan harapan ilmu yang kita
peroleh dapat berguna bagi diri kita dan orang lain.
Dari
sini kita mendapatkan sebuah pertanyaan, “ Bagaimana caranya mendapatkan ilmu
yang bermanfaat? “. Yang tau jawabannya cuma diri kita sendiri. Ada sebuah
syair yang berbunyi :
واذا
اردت علما منفعة # وبركة كن سمعا وطاعة
Artinya
: Apabila kita menginginkan ilmu yang
manfaat
Dan barokah, maka dengarkanlah
dan toatilah gurumu
Syair
di atas menyebutkan salah satu contoh cara agar kita mendapatkan ilmu yang
bermanfaat yaitu toat. Banyak sekali kisah para ulama’ dalam pencarian ilmunya
mengandalkan ketoatan kepada guru mereka, sehingga mereka mendapatkan ilmu yang
bermanfaat.
Selain
toat, ada hal sepeleh yang menjadikan ilmu manfaat dan barokah. Memnurut
pemahaman kita, hal sepeleh adalah hal yang di anggap tidak terlalu penting,
jadi kita tidak pernah tau apalagi melakukannya. Tapi setelah kita membaca
tulisan ini, pastinya kita akan tahu dan mudah – mudahan bias melakukannya
meskipun tidak semua.
Hal
sepeleh tersebut antara lain adalah :
a) Menghormati
anak guru. Dalam mencari ilmu, menghormati guru
bukanlah hal yang sepeleh. Tapi hal yang sangat wajib bagi tholibil ilmi. Tapi
yang menjadi masalah adalah kebiasan kita hanya menghormati guru saja tanpa
menghormati anaknya. Padahal kalau kita menghormati anaknya sama saja kita
menghormatinya, begitupun sebaliknya kalau kita ngelamak pada anaknya sama saja
kita ngelamak padanya.
b) Belajar
dalam keadaan suci. Hal ini yang sering di
lupakan oleh kita. Padahal kalau kita belajar dalam keadaan suci(mempunyai
wudlu’), kita akan mudah menyerap ilmu yang kita pelajari. Dan pastinya ilmu
yang kita peroleh akan bermanfaat.
c) Tidak
menginjak sandal teman. Karna hal tersebut akan
menyebabkan si pemilik sandal jengkel. Dan dari kejengkelannya kita secara
otomatis mendapatkan do’a yang jelek dari pemilik sansal tersebut.
d) Tidak
menyusun kitab/buku bertumpuk – tumpuk sembarangan. Maksudnya sembarangan adalah tidak sesuai
dengan etika menyusun kitab. Dalam menyusun kitab juga ada etikanya. Etikanya
adalah menaruh kitab yang bernuansa alqur’an seperti tafsir di atas sendiri,
lalu di bawahnya kitab hadits, dan di bawahnya lagi kitab – kitab yang lain.
e) Membawa
kitab di atas perut. Yang lebih baik dalam
membawa kitab atau buku pelajaran adalah di taruh di atas perut lebih tepatnya
pas di dada.
f) Tidak
menaruh pena atau apapun di atas kitab.
Sungguh sangat jarang kita memperhatikan ini. Padahal hal ini salah satu bentuk
rasa penghormatan kita terhadap kitab. Yang mana menghormati kitab adalah salah
satu cara untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah.
Kawan
pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Dari 6 hal sepeleh di atas, mungkin
kita dapat berintropeksi diri, supaya nantinya kita dapat melakukan hal sepeleh
di atas dengan perlahan – lahan. Dan akhirnya semoga kita mendapatkan ilmu yang
manfaat dan barokah. “ jangan sepelehkan
hal yang sepeleh, karna dengan hal sepeleh itu kita akan mendapatkan ilmu yang
manfaat!! “. Ini pesan kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita
semua. Amiiinn…. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata, kami memohon maaf
sebesar – besarnya. Akhir kata.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبركاته



PPP allathifiyah


0 komentar:
Posting Komentar