Pages

Senin, 22 Juni 2015

Hal Sepeleh Mendatangkan Ilmu Manfaat



Hal Sepeleh Mendatangkan Ilmu Manfaat


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Kawan - kawan pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala karunia dan kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita terutama nikmat dalam mencari ilmu. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW yang mana beliau telah menghapus kejahilan di muka bumi ini sehingga kita dapat dengan mudah mengarungi luasnya samudra ilmu Ilahi.
Kawan - kawan pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Kita sebagai tholibil ilmi hendaknya berusaha untuk menjadikan ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat, agar kita tidak mendapatkan hasil yang sia – sia. Semua tholibil ilmi pasti menginginkan ilmunya bermanfaat, karna memang salah satu tujuan mencari ilmu adalah memperoleh ilmu yang manfaat dengan harapan ilmu yang kita peroleh dapat berguna bagi diri kita dan orang lain.
Dari sini kita mendapatkan sebuah pertanyaan, “ Bagaimana caranya mendapatkan ilmu yang bermanfaat? “. Yang tau jawabannya cuma diri kita sendiri. Ada sebuah syair yang berbunyi :
واذا اردت علما منفعة   #   وبركة كن سمعا وطاعة
Artinya : Apabila kita menginginkan ilmu yang manfaat
                 Dan barokah, maka dengarkanlah dan toatilah gurumu
Syair di atas menyebutkan salah satu contoh cara agar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat yaitu toat. Banyak sekali kisah para ulama’ dalam pencarian ilmunya mengandalkan ketoatan kepada guru mereka, sehingga mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Selain toat, ada hal sepeleh yang menjadikan ilmu manfaat dan barokah. Memnurut pemahaman kita, hal sepeleh adalah hal yang di anggap tidak terlalu penting, jadi kita tidak pernah tau apalagi melakukannya. Tapi setelah kita membaca tulisan ini, pastinya kita akan tahu dan mudah – mudahan bias melakukannya meskipun tidak semua.
Hal sepeleh tersebut antara lain adalah :
a)    Menghormati anak guru. Dalam mencari ilmu, menghormati guru bukanlah hal yang sepeleh. Tapi hal yang sangat wajib bagi tholibil ilmi. Tapi yang menjadi masalah adalah kebiasan kita hanya menghormati guru saja tanpa menghormati anaknya. Padahal kalau kita menghormati anaknya sama saja kita menghormatinya, begitupun sebaliknya kalau kita ngelamak pada anaknya sama saja kita ngelamak padanya.
b)    Belajar dalam keadaan suci. Hal ini yang sering di lupakan oleh kita. Padahal kalau kita belajar dalam keadaan suci(mempunyai wudlu’), kita akan mudah menyerap ilmu yang kita pelajari. Dan pastinya ilmu yang kita peroleh akan bermanfaat.
c)    Tidak menginjak sandal teman. Karna hal tersebut akan menyebabkan si pemilik sandal jengkel. Dan dari kejengkelannya kita secara otomatis mendapatkan do’a yang jelek dari pemilik sansal tersebut.
d)    Tidak menyusun kitab/buku bertumpuk – tumpuk sembarangan. Maksudnya sembarangan adalah tidak sesuai dengan etika menyusun kitab. Dalam menyusun kitab juga ada etikanya. Etikanya adalah menaruh kitab yang bernuansa alqur’an seperti tafsir di atas sendiri, lalu di bawahnya kitab hadits, dan di bawahnya lagi kitab – kitab yang lain.
e)    Membawa kitab di atas perut. Yang lebih baik dalam membawa kitab atau buku pelajaran adalah di taruh di atas perut lebih tepatnya pas di dada.
f)     Tidak menaruh pena atau apapun di atas kitab. Sungguh sangat jarang kita memperhatikan ini. Padahal hal ini salah satu bentuk rasa penghormatan kita terhadap kitab. Yang mana menghormati kitab adalah salah satu cara untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah.
Kawan pembaca setia blog yang di rahmati Allah. Dari 6 hal sepeleh di atas, mungkin kita dapat berintropeksi diri, supaya nantinya kita dapat melakukan hal sepeleh di atas dengan perlahan – lahan. Dan akhirnya semoga kita mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah. “ jangan sepelehkan hal yang sepeleh, karna dengan hal sepeleh itu kita akan mendapatkan ilmu yang manfaat!! “. Ini pesan kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiiinn…. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata, kami memohon maaf sebesar – besarnya. Akhir kata.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

0 komentar:

Posting Komentar