SEJARAH DAN MANFAAT
– MANFAAT QOSIDATUL BURDAH
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hello kawan santri pecinta blogger, bagaimana kabarnya? Baikkah?
Atau burukkah? Tapi semoga dalan keadaan yang baik dzohir wa batin. Dalam
kesempatan ini kami ingin berbagi dan sharing tentang manfaat Qosidatul Burdah,
yaitu sebuah Qosidah yang sangat fenomenal karangan Syaikh Muhammad Albushiri.
Sebelu kita mengetahui siapakah beliau, sebab musabab di karangnya Qosidatul
Burdah, serta manfaat – manfaatnya, alangkah baiknya kita hadiahkan fatihah
kepada beliau terlebih dahulu.
الفاتحة الى حضرة النبي المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم وابائه
واخوانه من الانبياء والمرسلين وجميع الملائكه المقربين والصحابه والقرابه صلوات
الله وسلامه عليهم اجمعين
والى حضرة الامام شرف الدين إبن عبد الله محمد بن سعيد البوصيرى
واصوله وفروعه وذريته ومشايخه ومن انتسب اليهم, هدية لهم الفاتحة.
Baiklah
kawan, kembali lagi ke topik pembahasan. Di awali dengan sejarah singkat Syaikh
Muhammad Albushiri dan di lanjut dengan asal muasalnya mengapa Belia mengarang
Qosidatul Burdah ini.
Syahdan, tersebutlah sebuah desa di daerah yang sangat jauh dari
hiruk pikuk keramaian kota. Di desa tersebut hiduplah sepasang suami istri yang
kehidupannya sangat harmonis dan agamis. Mereka mengisi rumah tangganya dengan
selalu tawakkal dan beribadah kepada Allah. Dan dari pasangan inilah sang
pengarang Qosidatul Burdah di lahirkan. Yang kemudian di beri nama Muhammad
Syarifuddin bin Sa’id. Singkat cerita, beliau sudah menjadi ulama’ yang
tersohor di masanya dan sudah banyak karangan – karangan beliau.
Pada suatu ketika, beliau terjangkit penyakit yang sangat ganas.
Sudah banyak dokter dan tabib yang mencoba mnyembuhkan beliau dengab seizin
Allah, tapi hasilnya nol, tetap saja penyakit beliau tidak bisa di sembuhkan. Karna
merasa putus asa dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, beliau mengarang
Qosidah yang berisi pujian – pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan harapan
beliau bisa sembuh. Setelah beliau merampungkan pekerjaannya, beliau tertidur.
Di dalam tidurnya, Beliau bermimpi sedang tidur dan di datangi oleh Rosulullah.
Lalu Rosulullah mengelus dahi Beliau dan menyelimutinya. Setelah beliau
terbangun, terjadilah kejadian aneh yang tidak dapat di cerna oleh akal, yaitu
penyakit yang di derita Beliau dengan sendirinya sembuh total gara – gara
bermimpi nabi yang sedang menyelimutinya. Dari kejadian inilah Qosidah yang
beliau rangkai dengan akhiran baitnya berupa huruf mim(م) semua di beri nama Al Burdah yang dalam bahasa Indonesia
artinya selimut. Subhanallah.
Kawan santri pecinta blog, kini telah tiba saatnya pada pembahasan
pokok yaitu manfaat – manfaat Qosidatul Burdah. Di antara manfaat – manfaatnya
adalah :
a)
Dapat menyembuhkan penyakit. Apabila kita terserang penyakit, kalau
kita istiqomah membaca Qosidah Burdah, insya Allah penyakit kita akan sembuh.
b)
Terhindar dari gangguan jin, santet, dan hal – hal ghoib lainnya.
Dengan cara membacanya sebelum matahari terbenam secara istiqomah.
c)
Apabila ada ruangan yang di huni jin dan kawan – kawannya,
bacakanlah Qosidah Burdah ini selama 7 hari di ruangan tersebut. Insya Allah
jinnya tidak krasan.



PPP allathifiyah


0 komentar:
Posting Komentar