السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kawan pecinta blog yang di rahmati Allah.
Marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah SWT, yang dengan
qudrotnya telah mengizinkan kita untuk bisa mencari ilmu sampai ke jenjang yang
lebih tinggi. Dan semoga rahmat ta’dzhim dan keselamatan tetap terlimpahkan
kepada nabi besar muhammad SAW, yang mana Beliau telah menghiasi dunia ini
dengan keindahan akhlaq alkarimah dan keelokan aqwal aththoyyibah.
Kawan pecinta blog yang di rahmati Allah.
Dunia pendidikan merupakan saran untuk mencetak sumber daya manusia menjadi
manusia yang berintelektual tinggi dan berakhlaqul karimah. Semua lembaga
pendidikan, baik itu formal maupun non formal kebanyakan visi dan misinya ingin
mencetak insan yang berintelektual tinggi dan berakhlaqul karimah. Tapi sungguh
di sayangkan, pada zaman sekarang visi dan misi itu hanya menjadi sebuah
tulisan tak bermakna yang terukir di depan gerbang sekolah, visi dan misi itu
hanya menjadi tulisan brosur yang di edarkan, visi dan misi itu hanya menjadi
bahan orasi kepala sekolah.
Fakta yang ada sekarang, kebanyakan
lembaga – lembaga sekolah hanya mengedepankan masalah intelektual tanpa
memperhatikan masalah akhlaq. Jadinya apa sekarang?, banyak sekali lulusan
lembaga pendidikan terutama lembaga formal yang hanya mengedepankan kecerdasan
sedangkan akhlaqnya bobrok.
Sungguh ironis sekali. Apalagi sekarang
banyak sekali lulusan S1 & S2 yang bekerja menjadi supir angkot, kuli
bangunan, tukang ojek, dan pekerjaan lain yang tidak pantas di geluti oleh
seorang sarjana. Dan juga ada yang menganggur. Kenapa hal ini terjadi?.
Hal ini ada kaitannya dengan akhlaq –
akhlaq kebanyakan mahasiswa sekarang yang kurang sopan. Mengapa bisa demikian?.
Karna kunci kesuksesan seorang pelajar itu terletak pada baik atau tidaknya
kelakuannya.
Kawan – kawan pecinta blog yang di
rahmati Allah. Kita sebagai pelajar, sebaiknya kita mengkiblat kepada para
santri dalam menuntutu ilmu. Di dalam lingkungannya(pesantren), para santri
telah di didik ketat mengenai tata krama, baik tata krama kepada orang tua,
kepada guru, dan kepada sesama teman. Mereka para santri telah di gembleng
lebih dini mengenai ilmu akhlaq ini. Setelah di rasa cukup, baru para santri di
beri ilmu – ilmu yang lain. Jadi yang di utamakan dalam pendidikan pesantren
adalah akhlaq.
Kawan – kawan pecinta blog yang di
rahmati Allah.Dalam mencari ilmu, kita tidak boleh melihat guru dari segi
umurnya. Meskipun beliau lebih muda dari kita dan meskipun ilmu yang mereka
berikan hanya sedikit, beliau tetaplah guru yang harus kita hormati. Sayyidina
Ali Ra pernah berkata :
انا عبد من علمني حرفا واحدا ان شاء باع
وان شاء اعتق وان شاء استرق
Yang artinya : “ aku
adalah budak seseorang yang mengajariku satu huruf, terserah dia jika dia mau
menjualku, memerdekakanku, atau menjadikanku budak.”
Nabi juga pernah
bersabda :
من علم عبدا اية من كتاب الله فهو مولاه
Yang artinya :
“barang siapa yang mengajari orang satu ayat dari kitab Allah, maka dia adalah
majikan(sayyid) dari orang itu.”
Dari atsar sohabat dan hadits nabi di atas, telah mengisyaratkan
kepada kita untuk selalu menghormati guru – guru kita, karna guru adalah kunci
kita untuk bisa membuka pintu kesuksesan. Maka dari itu kami mengajak kepada
kawan – kawan pelajar khususnya mahasiswa untuk tidak ngelamak kepada guru atau
dosen kalian. Besopan santunlah kepada beliau, jika kalian ingin menjadi orang
yang sukses. Mari kita contoh para santri dalam bidang mencari ilmu, agar kita
bisa meraih dan menggapai cita – cita kita.
Mungkin hanya itu yang dapat kami sharing
kepada para pembaca. Tulisan ini tidak ada maksud menyinggung sama sekali. Kami
hanya ingin mencari solusi. Dan kami tidak bermaksud memojokkan salah satu
pihak. Jika ada pembaca yang merasa tersinggung, kami minta maaf, dan jangan di
ambil hati. Dan jika ada kesalah kata kami juga meminta maaf. Akhir kata



PPP allathifiyah


0 komentar:
Posting Komentar