Pages

Jumat, 12 Juni 2015

Kuliah Bergaya Pesantren

Kuliah Bergaya Pesantren


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kawan pecinta blog yang di rahmati Allah. Marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah SWT, yang dengan qudrotnya telah mengizinkan kita untuk bisa mencari ilmu sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Dan semoga rahmat ta’dzhim dan keselamatan tetap terlimpahkan kepada nabi besar muhammad SAW, yang mana Beliau telah menghiasi dunia ini dengan keindahan akhlaq alkarimah dan keelokan aqwal aththoyyibah.

Kawan pecinta blog yang di rahmati Allah. Dunia pendidikan merupakan saran untuk mencetak sumber daya manusia menjadi manusia yang berintelektual tinggi dan berakhlaqul karimah. Semua lembaga pendidikan, baik itu formal maupun non formal kebanyakan visi dan misinya ingin mencetak insan yang berintelektual tinggi dan berakhlaqul karimah. Tapi sungguh di sayangkan, pada zaman sekarang visi dan misi itu hanya menjadi sebuah tulisan tak bermakna yang terukir di depan gerbang sekolah, visi dan misi itu hanya menjadi tulisan brosur yang di edarkan, visi dan misi itu hanya menjadi bahan orasi kepala sekolah.

Fakta yang ada sekarang, kebanyakan lembaga – lembaga sekolah hanya mengedepankan masalah intelektual tanpa memperhatikan masalah akhlaq. Jadinya apa sekarang?, banyak sekali lulusan lembaga pendidikan terutama lembaga formal yang hanya mengedepankan kecerdasan sedangkan akhlaqnya bobrok.

Sungguh ironis sekali. Apalagi sekarang banyak sekali lulusan S1 & S2 yang bekerja menjadi supir angkot, kuli bangunan, tukang ojek, dan pekerjaan lain yang tidak pantas di geluti oleh seorang sarjana. Dan juga ada yang menganggur. Kenapa hal ini terjadi?. Hal  ini ada kaitannya dengan akhlaq – akhlaq kebanyakan mahasiswa sekarang yang kurang sopan. Mengapa bisa demikian?. Karna kunci kesuksesan seorang pelajar itu terletak pada baik atau tidaknya kelakuannya.

Kawan – kawan pecinta blog yang di rahmati Allah. Kita sebagai pelajar, sebaiknya kita mengkiblat kepada para santri dalam menuntutu ilmu. Di dalam lingkungannya(pesantren), para santri telah di didik ketat mengenai tata krama, baik tata krama kepada orang tua, kepada guru, dan kepada sesama teman. Mereka para santri telah di gembleng lebih dini mengenai ilmu akhlaq ini. Setelah di rasa cukup, baru para santri di beri ilmu – ilmu yang lain. Jadi yang di utamakan dalam pendidikan pesantren adalah akhlaq.
  
Kawan – kawan pecinta blog yang di rahmati Allah.Dalam mencari ilmu, kita tidak boleh melihat guru dari segi umurnya. Meskipun beliau lebih muda dari kita dan meskipun ilmu yang mereka berikan hanya sedikit, beliau tetaplah guru yang harus kita hormati. Sayyidina Ali Ra pernah berkata :
انا عبد من علمني حرفا واحدا ان شاء باع وان شاء اعتق وان شاء استرق
Yang artinya : “ aku adalah budak seseorang yang mengajariku satu huruf, terserah dia jika dia mau menjualku, memerdekakanku, atau menjadikanku budak.”
Nabi juga pernah bersabda :
من علم عبدا اية من كتاب الله فهو مولاه
Yang artinya : “barang siapa yang mengajari orang satu ayat dari kitab Allah, maka dia adalah majikan(sayyid) dari orang itu.”
 Dari atsar sohabat dan hadits nabi di atas, telah mengisyaratkan kepada kita untuk selalu menghormati guru – guru kita, karna guru adalah kunci kita untuk bisa membuka pintu kesuksesan. Maka dari itu kami mengajak kepada kawan – kawan pelajar khususnya mahasiswa untuk tidak ngelamak kepada guru atau dosen kalian. Besopan santunlah kepada beliau, jika kalian ingin menjadi orang yang sukses. Mari kita contoh para santri dalam bidang mencari ilmu, agar kita bisa meraih dan menggapai cita – cita kita.

Mungkin hanya itu yang dapat kami sharing kepada para pembaca. Tulisan ini tidak ada maksud menyinggung sama sekali. Kami hanya ingin mencari solusi. Dan kami tidak bermaksud memojokkan salah satu pihak. Jika ada pembaca yang merasa tersinggung, kami minta maaf, dan jangan di ambil hati. Dan jika ada kesalah kata kami juga meminta maaf. Akhir kata
والسلام عليكم ورحمةة الله وبركاته

0 komentar:

Posting Komentar